Walikota Depok: Sarapan Bergizi Suplai Nutrisi ke Otak dan Tubuh

0
246
Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad (kiri) bersama Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menikmati hidangan sehat yakni mengkampanyekan One Dya No Rice (ODNR)

Digimax A50 / KENOX Q2depoktren.com-Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan sarapan bergizi sangat dibutuhkan untuk menyuplai nutrisi ke otak dan tubuh. ”Sarapan bergizi dengan prestasi belajar siswa sangat berhubungan. Karena ketika bangun tidur, gula darah dalam tubuh berkurang,” ujar Nur Mamudi saat acara Sarasehan Sarapan Sehat Nasional di Balai Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Selasa (18/2).

Dengan begitu, lanjutnya tubuh dan otak pun berenergi dan siap beraktivitas. ”Kadar gula pada pagi hari itu minim. Karena itu dibutuhkan peremajaan sumber karbohidrat. Ketersediaan energi memperbaiki konsentrasi anak,” terang Nur Mahmudi.

Menurut Nur Mahmudi, sarapan merupakan kegiatan makan dan minum sebelum jam 9 pagi untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian. 15-30 persen kebutuhan gizi harus terpenuhi dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif dan cerdas.

Berdasarkan hasil survei Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, ungkapnya, sebanyak 91 persen siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Depok rutin sarapan sebelum sekolah. Sedangkan siswa yang tidak sarapan sebanyak 2,6 persen, dan sisanya 6,4 persen siswa sarapan tidak rutin.

”Survei tahun 2006-2007 menyebutkan siswa SD yang sarapan 20 persen, sedangkan SMP 41 persen. Tahun 2013 siswa SD yang sarapan naik drastis. Survei itu mengambil sample 700 siswa SD di tujuh kecamatan. Berarti satu kecamatann itu ada 70 siswa SD negeri dan swasta yang disurvei,” ungkapnya.

Menurut Nur Mahmudi lagi, meningkatnya siswa SD sarapan karena intervensi kuat dari ibunya. Sang ibu menyiapkan menu sarapan dan meminta anaknya untuk makan pagi. Berbeda dengan siswa SMP. Seperti data survei tahun 2006-2007, banyak siswa SMP yang tak sarapan karena menolak perintah orangtuanya untuk sarapan.

Pada survei tahun 2013 itu, peran ibu membuat anaknya sarapan itu 100 persen. Terdiri 84 persen ibu rumah tangga dan pekerjaan lainya 16 persen. Pekerjaan lainnya itu terdiri dari PNS dua persen, wirausaha 6,7 persen, dan 7,3 persen karyawan swasta.

Mayoritas para ibu itu memberikan menu sarapan adalah 70 persen nasi berikut lauk-paukny. Sisanya menu sarapan yang disajikan bubur ayam, roti, mi, dan buah-buahan. ”Dalam survei 2013, memang belum dilakukan survei untuk siswa SMP dan kedepan akan dilakukan survei. Survei itu juga akan dikembangkan dengan mengkorelasikan sarapan dengan prestasi belajar,” pungkas Nur Mahmudi. @dewi

652 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY