Jane Shalimar : UU Pornografi Melempem

0
30

depoktren.com-Masyarakat sempat dikejutkan oleh penyekapan yang terjadi di Jalan Teluk Bayur RT 4 RW 7 kelurahan Sukmajaya, Depok. Penyekapan tersebut dilakukan oleh Agus, bos angkutan kota (angkot) D 06 terhadap dua gadis belia, SA (15 tahun), dan SHA (16 tahun) dan keduanya adalah pelajar SMU. Untuk melanggengkan aksinya, pelaku mengancam korban akan mengunggah video rekaman SA dan SHA ke internet.

Kekerasan terhadap perempuan seperti yang dialami SA dan SHA kembali terjadi di daerah Mangga Besar, Jakarta Barat. Namun dalam kasus kali ini, korban bukanlah pelajar melainkan seorang PSK berinisial NDH (25) yang dilakukan oleh MDT (34). Pelaku berdalih penyekapan itu adalah gaya bermain seks yang disukai pelaku maupun korban. Menurut keterangannya, dia terinspirasi gaya tersebut dari internet. “Kami sama-sama maniak seks,” kilah pria bertato itu.(9/1)

Persamaan dari kedua kasus ini adalah potensi hiburan di internet yang dapat digunakan untuk mendukung kejahatan terhadap perempuan. Seringkali pelaku kekerasan perempuan mengaku terinspirasi dari situs pornografi yang di akses di Internet. Bagaimana tidak, negara ini mempunyai raport merah dalam penanganan situs pornografi.

Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Tifatul Sembiring mengatakan bahwa banyak sekali rakyat Indonesia yang mengakses pornografi. “Bila tidak segera diantisipasi, akan merusak moral bangsa. Saat ini Indonesia adalah pengakses internet paling besar nomor dua untuk situs pornografi,” terangnya.

Menyoal hal tersebut di atas, sosialita sekaligus aktivis perempuan, Jane Shalimar, menilai bahwa pelaksanaan UU pornografi nomor 44 tahun 2008 melempem. “Sudah biasa ‘kan kalau alasan pornografi di internet kita dengar bersamaan dengan kasus kekerasan terhadap perempuan, ini pelaksanaannya gimana?” Tanya Jane.

Sebagai entertainer, Jane juga menyarankan agar pihak Kominfo bisa mensosialisasikan hiburan alternatif di Internet. Menurutnya Internet adalah media komunikasi yang mempunyai banyak pesan, baik secara positif maupun negatif. “Departemen Komunikasi dan Informasi harus bisa dong memilah mana komunikasi positif yang menarik di internet dan menginfokannya kepada masyarakat dengan cara yang tidak kalah menarik. Itu tugasnya ‘kan?” tandasnya. @akan

423 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY