2014, Penjualan Mobil Akan Tembus 1,3 Juta Unit

0
34

depoktren.com-Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis, sampai akhir tahun 2013 penjualan mobil secara nasional bakal menembus angka 1,2 juta unit. ”Sudah melebihi target yang dicanangkan Gaikindo yang sama seperti tahun lalu yakni 1,116 juta unit,” kata Jongkie D Soegiarto, Ketua Harian Gaikindo.

Gaikindo sejak awal 2013 mencanangkan target penjualan mobil secara nasional sama dengan tahun lalu yakni diangka 1,116 juta unit. Namun, dari data wholesale Gaikindo, dari periode Januari-September 2013 tercatat sudah terjual mencapai 908.279 unit. ”Jadi tidaklah berlebihan jika tahun ini kemungkinan akan mencapai rekor penjualan baru di angka 1,2 juta unit,” ujar Jongkie.

Menurut Jongkie, berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara nasional pada 2012 mencapai 1,116 juta unit. Jumlah ini naik 23 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 893.420 unit dan mencetak rekor baru penjualan mobil secara nasional. Namun, penjualan tersebut masih kalah dibanding Thailand yang mencapai 1,45 juta unit atau terbanyak di Asean.

Data Gaikindo juga menunjukkan, penjualan empat bulan pertama tahun 2013 ini hampir mencapai 400 ribu unit. Jika angka penjualan tersebut pada bulan terakhir ini hanya 100 ribu unit saja yang terjual maka sampai akhir 2013 akan bisa tercapai angka penjualan lebih dari 1,2 juta unit. Tercatat hingga akhir Oktober angka penjualan mobil secara nasional kurang lebih 1,125 juta unit.

Diungkapkan Jongkie, ternyata penjualan mobil secara nasional pada 2013 ini tidak terpengaruh sama sekali dari dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan melemahnya nilai tukar rupiah beberapa waktu lalu.

Atas dasar itu, maka Gaikindo kemungkinan besar akan menargetkan 1,3 juta unit mobil yang terjual secara nasional pada 2014. Target pada 2014 dengan terjual 1,3 juta unit cukup realistis dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang dianggap belum berbahaya terhadap daya beli. Kedua, adanya kebijakan pemerintah pusat menghapus pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) atau populer mobil murah. Ketiga, produk kendaraan yang semakin berkualitas.

”Hanya mungkin kendalanya, pertama yakni menguatnya mata uang asing untuk rupiah, jadi harga mobil semakin mahal. Kedua, juga BI rate naik, suku bunga kendaraan bermotor pasti naik. Tapi soal pertumbuhan ekonomi dan LCGC membuat Gaikindo optimis daya beli mobil tetap tinggi,” papar Jongkie.

Terkait rencana kenaikan pajak progresif sebesar 100 persen. Menurut Jongkie, asalkan pajak tinggi itu tak dikenakan untuk pembelian pertama tidak menjadi masalah. ”Saya yakin tidak berpengaruh atas daya beli,” tegasnya. @nov

446 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY