Jacky Rusli: “You Can Do Anything”

0
856

jacky-rusli-you-can-do-anything-131112m_thumbnail-men-kapanlagi-com-300x300 jacky-rusli-you-can-do-anything-131112m_thumbnail-men-kapanlagi-com-300x300

Adamist. Sebuah pemilihan kata yangsimple, easy, namun terlihat jelas identitasnya, yaitu sesuatu hal yang berhubungan dengan laki-laki. Adalah Jacky Rusli seorang Founder, Directorsekaligus Chief Designer dari menswearyang berlokasi di daerah Jakarta Barat, bernaung di bawah bendera PT. GreatHeart Media.

Pria lulusan Teknik Industri dari Seattle University ini mengaku sejak masih duduk di bangku SMA memang sudah tertarik dengan dunia fashion. Hal ini diperkuat ketika dirinya sering bepergian menemani orang tua berbelanja ke department store. Dirinya sangat prihatin melihat perkembangan baju laki-laki yang dari tahun ke tahun cenderung monoton.

“Dulu aku sering menemani orang tua belanja, aku lihat baju-baju perempuan itu kan identik dengan rame, berwarna, dan bentuknya macam-macam, sedangkan laki-laki jarang terjadi perubahan. Model dan warnanya ya seputar itu-itu saja, maka aku bertekad bahwa suatu saat bisa membuka menswear,” ungkap Jacky.

Alhasil, setelah lulus dari kuliah, dan bekerja selama 6 bulan di Seattle, ia pun mencoba untuk bergerak di bidang fashion industry dan semua ia lakukan dan persiapkan mulai dari bawah.

“Dulu aku sempat bekerja di sebuah perusahaan yang sesuai dengan backgroundpendidikan aku, kemudian berlanjut ke advertising design, tapi nampaknya semua tidak sesuai dengan passion aku, maka disinilah aku mulai mencoba menggalipassion aku yang sebenarnya. Dan, kebetulan keluarga juga mendukung atas usaha baruku ini,” ucap pria berusia 28 tahun ini.

Jacky menjelaskan konsep dari brand Adamist ini dibuat begitu special, simple tapi tidak membosankan, heboh tapi juga tidak terkesan berlebihan. Semuanya dirancang secara klasik, tapi setiap baju memiliki sesuatu yang berbeda. Dan, hampir seluruhnya adalah hasil rancangan garis tangan dari Jacky.

“Jadi, aku ingin membuat baju yang eksklusif. Dan, ketika orang membeli dan menggunakan baju itu dia menjadi terlihat spesial karena tidak pasaran atau limited edition,” ucapnya. Tak hanya eksklusif, Jacky ingin mencetak baju yang berkualitas mulai dari pemilihan bahan atau kain yang high quality, ia membuat sebuah benang merah bahwa setiap desain harus ada identitasnya.

Menariknya, ketika ditanya mengambil inspirasi darimana hasil rancangannya? Tidak melalui majalah, tidak melalui televisi atau apapun, tapi justru Jacky mengambil inspirasi dari baju perempuan. Ya, ia mengaku semua hasil rancangannya mayoritas mengambil ide dari baju-baju perempuan, mulai dari pattern, design, cutting hingga sesuatu hal yang kecil seperti menyematkan studded di beberapa sisi.

“Jadi, aku selalu perhatikan baju perempuan dan darisitu aku amati konsepnya, lalu aku tuangkan ke dalam design baju laki-laki,” ucapnya.

Adamist baru merangkak di dunia fashion industry, tapi impian dan harapan seorang Jacky pun sudah ada di depan mata. Dalam waktu dekat ini ia berencana untuk membuka Adamist versi online shop, ingin membuka hand alone store hingga membawa brand menswear-nya ini go international.

Jacky yakin, jika kita melakukan sesuatu yang terbaik, pasti hasilnya juga akan baik. Rahasia Jacky adalah you will do anything, harus jalan dan tidak boleh jatuh.

“Adamist bisa dibilang baru saja berdiri, tapi orang sudah mengenal kata Adamist saja itu sudah menjadi apresiasi buat aku. Dan, kami sudah mendapatkan feedback daricustomer sejauh ini baik-baik saja. Jadi, buat aku, costumer itu merupakan penyemangat aku untuk terus berkarya lebih baik lagi dan lagi,” jelasnya.

“Banyak orang yang berpikiran bahwa bekerja di dunia fashion industry itu keren dan selalu enak, padahal di balik itu semua dibutuhkan kerja keras dan kesabaran yang tinggi. Otak dan kreativitas harus jalan terus. Tapi ya itu tadi, kalau sudah passion ya tetap dinikmati. How low can you go,” ucap Jacky.

Goal aku saat ini adalah membuat semua orang untuk lebih attention terhadap brandkami, jadi ketika melihat design aku tidak hanya sekadar numpang lewat, tapi penasaran ingin lihat terus menerus,” ucap pria yang mengaku perfeksionis ini.

“Ya, aku ini sosok yang perfeksionis. Tapi bukan berarti selalu sulit mengambil keputusan karena banyak hal yang perlu dipertimbangkan, tapi lebih kepada perfeksionis yang membuat aku lebih banyak mengambil sisi positif dibandingkan sisi negatifnya,” kata Jacky, menutup pembicaraan dengan bijak.(Men-Kpnlg)

2,397 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY